Latest Posts

Kamis, 01 Juni 2017

69 Resep Menu Buka Puasa  Dan Sahur Terpopuler

1.Resep Tahu Telur

Hidangan khas Jawa Timur yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi bagi anda. Biasanya anda bisa menemukan hidangan ini di warung tenda khas Lamongan atau Sidoarjo. Menyambut bulan puasa, kami menyajikan resep tahu telur sebagai lauk pendamping pada hidangan buka puasa anda. Tahu telur pada umumnya disajikan dengan lontong atau ketupat sebagi sumber karbohidrat. Namun jika menyiapkan lontong dirasa cukup merepotkan di bulan puasa, anda bisa saja menghidangkannya bersama sepiring nasi putih. Di dalam resep tahu telur sudah terdapat sayur-sayuran (tauge dan mentimun) namun dalam jumlah yang kurang signifikan untuk memenuhi kebutuhan serat setelah seharian berpuasa. Untuk itu jika anda menghidangkan masakan ini, ada baiknya anda menyiapkan menu sayuran lainnya agar kebutuhan akan serat, vitamin dan mineral tubuh tetap terpenuhi.
Saat memilih bumbu petis, pilihlah yang beraroma tidak tengik. Petis yang bagus biasanya berwarna cokelat tua agak kemerahan, jika petis berwarna hitam legam biasanya terbuat dari udang yang sudah tidak segar lagi. Penggunaan petis dengan kualitas kurang bagus tentu akan membuat hidangan tahu telur anda terasa kurang lezat. Jika anda alergi dengan udang, anda bisa mengganti penggunaan petis udang dengan petis sapi.
Resep Tahu Telur
 
Waktu persiapan
Waktu memasak
Waktu total
 
Penulis:
Macam resep: Cemilan
Cuisine: Indonesia
Saran penyajian: 5
Bahan-bahan
Bahan:
  • 250 gr tahu putih, cuci bersih, potong dadu 1cm
  • 5 butir telur ayam
  • 1 sdm tepung terigu
  • 50 ml air
  • 2 siung bawang putih, haluskan
  • ½ sdt garam
  • 3 batang daun kucai, iris 1 cm
  • 150 gr tauge, bersihkan, seduh air panas hingga layu
  • 150 gr mentimun, cincang kasar
Sambal:
  • 1 sdm minyak goreng
  • 2 siung bawang putih, iris tipis
  • 5 cabai rawit, iris halus
  • 1 sdt garam
  • 2 sdm petis udang
  • 10 sdm kecap manis
Cara membuat
  1. Siapkan wadah, pecahkan telur ayam dan kocok lepas. Masukkan terigu yang sudah dilarutkan dengan air, garam, bawang putih dan tahu iris. Campur rata. Bagi adonan menjadi 5 bagian.
  2. Panaskan wajan anti lengket, olesi dengan minyak. Tuang satu bagian adonan tahu telur, masak dengan api kecil hingga adonan matang di satu sisi. Balik adonan dan masak kembali hingga adonan matang merata. Angkat sisihkan. Lakukan terus hingga adonan habis.
  3. Sambal: panaskan minyak di wajan, tumis bawang putig dan cabai rawit hingga ½ matang. Angkat, haluskan. Siapkan mangkuk kecil, canpur cabai, bawang putih, garam, petis dan kecap. Aduk rata.
  4. Hidangkan tahu telur bersama tauge, mentimun, sambal petis dan taburan daun kucai.
Selamat mencoba resep tahu telur ini. Mudah-mudahan anda dan keluarga menyukai hidangan ini. Jangan lupa untuk berbagi cerita puasa anda di kolom komentar. Jika anda menyukai resep-resep kami, silakan berbagi dengan rekan-rekan anda melalui tombol share social media di bawah.

 

 

 

 

 

Resep Buka Puasa Dan Sahur

69 Resep Menu Buka Puasa  Dan Sahur Terpopuler

1.Resep Tahu Telur

Hidangan khas Jawa Timur yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi bagi anda. Biasanya anda bisa menemukan hidangan ini di warung tenda khas Lamongan atau Sidoarjo. Menyambut bulan puasa, kami menyajikan resep tahu telur sebagai lauk pendamping pada hidangan buka puasa anda. Tahu telur pada umumnya disajikan dengan lontong atau ketupat sebagi sumber karbohidrat. Namun jika menyiapkan lontong dirasa cukup merepotkan di bulan puasa, anda bisa saja menghidangkannya bersama sepiring nasi putih. Di dalam resep tahu telur sudah terdapat sayur-sayuran (tauge dan mentimun) namun dalam jumlah yang kurang signifikan untuk memenuhi kebutuhan serat setelah seharian berpuasa. Untuk itu jika anda menghidangkan masakan ini, ada baiknya anda menyiapkan menu sayuran lainnya agar kebutuhan akan serat, vitamin dan mineral tubuh tetap terpenuhi.
Saat memilih bumbu petis, pilihlah yang beraroma tidak tengik. Petis yang bagus biasanya berwarna cokelat tua agak kemerahan, jika petis berwarna hitam legam biasanya terbuat dari udang yang sudah tidak segar lagi. Penggunaan petis dengan kualitas kurang bagus tentu akan membuat hidangan tahu telur anda terasa kurang lezat. Jika anda alergi dengan udang, anda bisa mengganti penggunaan petis udang dengan petis sapi.
Resep Tahu Telur
 
Waktu persiapan
Waktu memasak
Waktu total
 
Penulis:
Macam resep: Cemilan
Cuisine: Indonesia
Saran penyajian: 5
Bahan-bahan
Bahan:
  • 250 gr tahu putih, cuci bersih, potong dadu 1cm
  • 5 butir telur ayam
  • 1 sdm tepung terigu
  • 50 ml air
  • 2 siung bawang putih, haluskan
  • ½ sdt garam
  • 3 batang daun kucai, iris 1 cm
  • 150 gr tauge, bersihkan, seduh air panas hingga layu
  • 150 gr mentimun, cincang kasar
Sambal:
  • 1 sdm minyak goreng
  • 2 siung bawang putih, iris tipis
  • 5 cabai rawit, iris halus
  • 1 sdt garam
  • 2 sdm petis udang
  • 10 sdm kecap manis
Cara membuat
  1. Siapkan wadah, pecahkan telur ayam dan kocok lepas. Masukkan terigu yang sudah dilarutkan dengan air, garam, bawang putih dan tahu iris. Campur rata. Bagi adonan menjadi 5 bagian.
  2. Panaskan wajan anti lengket, olesi dengan minyak. Tuang satu bagian adonan tahu telur, masak dengan api kecil hingga adonan matang di satu sisi. Balik adonan dan masak kembali hingga adonan matang merata. Angkat sisihkan. Lakukan terus hingga adonan habis.
  3. Sambal: panaskan minyak di wajan, tumis bawang putig dan cabai rawit hingga ½ matang. Angkat, haluskan. Siapkan mangkuk kecil, canpur cabai, bawang putih, garam, petis dan kecap. Aduk rata.
  4. Hidangkan tahu telur bersama tauge, mentimun, sambal petis dan taburan daun kucai.
Selamat mencoba resep tahu telur ini. Mudah-mudahan anda dan keluarga menyukai hidangan ini. Jangan lupa untuk berbagi cerita puasa anda di kolom komentar. Jika anda menyukai resep-resep kami, silakan berbagi dengan rekan-rekan anda melalui tombol share social media di bawah.

 

 

 

 

 

0 komentar:

Jabar - Kuningan Waktu Berbuka 17:38 / total puasa waktu 13 jam 17 minit
  • Tanggal
  • Imsak
  • Shubuh
  • Terbit
  • Dzuhur
  • Ashar
  • Maghrib
  • Isya'
  • 1 Jun 2017 - Kh
  • 04:21
  • 04:31
  • 05:50
  • 11:46
  • 15:07
  • 17:38
  • 18:53
  • 2 Jun 2017 - Ju
  • 04:21
  • 04:31
  • 05:50
  • 11:46
  • 15:08
  • 17:38
  • 18:53
  • 3 Jun 2017 - Sa
  • 04:21
  • 04:31
  • 05:50
  • 11:46
  • 15:08
  • 17:38
  • 18:53
  • 4 Jun 2017 - Ah
  • 04:21
  • 04:31
  • 05:50
  • 11:46
  • 15:08
  • 17:38
  • 18:53
  • 5 Jun 2017 - Is
  • 04:21
  • 04:31
  • 05:50
  • 11:47
  • 15:08
  • 17:39
  • 18:53
  • 6 Jun 2017 - Se
  • 04:21
  • 04:31
  • 05:51
  • 11:47
  • 15:08
  • 17:39
  • 18:53
  • 7 Jun 2017 - Ra
  • 04:22
  • 04:32
  • 05:51
  • 11:47
  • 15:08
  • 17:39
  • 18:53
  • 8 Jun 2017 - Kh
  • 04:22
  • 04:32
  • 05:51
  • 11:47
  • 15:09
  • 17:39
  • 18:54
  • 9 Jun 2017 - Ju
  • 04:22
  • 04:32
  • 05:51
  • 11:47
  • 15:09
  • 17:39
  • 18:54
  • 10 Jun 2017 - Sa
  • 04:22
  • 04:32
  • 05:52
  • 11:47
  • 15:09
  • 17:39
  • 18:54
Jadwal Waktu Iftar Kuningan?
Iftar (bahasa Arab: إفطار), mengacu pada sebuah perjamuan saat Muslim berbuka puasa selama bulan Ramadan. Iftar adalah salah satu ibadah di bulan Ramadan dan sering dilakukan oleh sebuah komunitas, dan orang-orang berkumpul untuk berbuka puasa bersama-sama. Iftar dilakukan tepat setelah waktu Magrib. Secara tradisional, kurma adalah hal pertama yang harus dikonsumsi ketika berbuka. Banyak Muslim percaya bahwa memberi makan orang buka puasa sebagai bentuk amal sangat bermanfaat dan yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad.

Jadwal Imsakiyah Dan Buka Puasa Jawabarat

Jabar - Kuningan Waktu Berbuka 17:38 / total puasa waktu 13 jam 17 minit
  • Tanggal
  • Imsak
  • Shubuh
  • Terbit
  • Dzuhur
  • Ashar
  • Maghrib
  • Isya'
  • 1 Jun 2017 - Kh
  • 04:21
  • 04:31
  • 05:50
  • 11:46
  • 15:07
  • 17:38
  • 18:53
  • 2 Jun 2017 - Ju
  • 04:21
  • 04:31
  • 05:50
  • 11:46
  • 15:08
  • 17:38
  • 18:53
  • 3 Jun 2017 - Sa
  • 04:21
  • 04:31
  • 05:50
  • 11:46
  • 15:08
  • 17:38
  • 18:53
  • 4 Jun 2017 - Ah
  • 04:21
  • 04:31
  • 05:50
  • 11:46
  • 15:08
  • 17:38
  • 18:53
  • 5 Jun 2017 - Is
  • 04:21
  • 04:31
  • 05:50
  • 11:47
  • 15:08
  • 17:39
  • 18:53
  • 6 Jun 2017 - Se
  • 04:21
  • 04:31
  • 05:51
  • 11:47
  • 15:08
  • 17:39
  • 18:53
  • 7 Jun 2017 - Ra
  • 04:22
  • 04:32
  • 05:51
  • 11:47
  • 15:08
  • 17:39
  • 18:53
  • 8 Jun 2017 - Kh
  • 04:22
  • 04:32
  • 05:51
  • 11:47
  • 15:09
  • 17:39
  • 18:54
  • 9 Jun 2017 - Ju
  • 04:22
  • 04:32
  • 05:51
  • 11:47
  • 15:09
  • 17:39
  • 18:54
  • 10 Jun 2017 - Sa
  • 04:22
  • 04:32
  • 05:52
  • 11:47
  • 15:09
  • 17:39
  • 18:54
Jadwal Waktu Iftar Kuningan?
Iftar (bahasa Arab: إفطار), mengacu pada sebuah perjamuan saat Muslim berbuka puasa selama bulan Ramadan. Iftar adalah salah satu ibadah di bulan Ramadan dan sering dilakukan oleh sebuah komunitas, dan orang-orang berkumpul untuk berbuka puasa bersama-sama. Iftar dilakukan tepat setelah waktu Magrib. Secara tradisional, kurma adalah hal pertama yang harus dikonsumsi ketika berbuka. Banyak Muslim percaya bahwa memberi makan orang buka puasa sebagai bentuk amal sangat bermanfaat dan yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad.

0 komentar:

Sejarah Bulan Ramadhan, Asal-Usul Bulan Puasa Di Agama Islam

  untuk semua orang pastinya sekarang ini sudah tidak asing lagi ketika mendengar bulan ramadhan bahkan untuk orang non muslim pastinya juga sudah paham betul kalau bulan ini akan datang 1 tahun sekali, namun sebagai muslim yang baik pastinya kita juga harus mengentahui asal-muasalnya dengan detail, jangan sampai kita hidup dengan agama yang hanya ikut-ikutan saja dan tidak mendalami dengan detail dan juga jelas, karena bisa diakui kalau memang banyak sekali remaja yang sekarang ini tidak tahu sama sekali kenapa ada bulan puasa ini, bahkan untuk anak-anak yang duduk di SMA atau SMP senang datangnya bulan ini karena adanya libur panjang namun tidak mengetahui asal muasal kenapa adanya bulan ramadhan ini.

Dan sejak zaman dahulu sebelum adanya agama islam ini, masyarakat bangsa arab itu telah mempergunakan tahun qomariyah walaupun tidak semua masyarakat jahiliah pada seluruh jaziriah di negara arab ini sepakat untuk menentukan kalender, sehingga dulu bangsa arab ini memiliki penanggalan yang berbeda-beda, namun walaupun berbeda-beda mereka tetap menggunakan kalender qamariyah untuk membuat konsep penanggalan untuk suku mereka masing-masing, sedangkan kalender qamariyah yang ada saat ini itu masih sama dengan kalender qamariyah yang berlaku dahulu kala, didalam 1 tahun itu memiliki 12 bulan sedangkan datangnnya awal bulan itu ditentukan dari datangnyya hilal (bulan sabit yang pertama)

 

Sedangkan bulan Muharram itu ditetapkan sebagai awal tahun, dan juga mereka menetapkan ada 4 bulan haram atau bulan suci ini, dan mereka sangatlah menghormati bulan haram ini dan melakukan penghormatan dengan cara melarang perang antar suku dan golongan pada 4 bulan haram ini, dan ada sebagian informasi yang memberikan pernyataan kalau ada 5 bulan yaitu, rabi’ul awal, rabi’ul akhir, jumadil awal, jumadil akhir dan juga ramadhan, dan nama-nama ini diambil dari keadaan musim yang ada pada bulan-bulan tersebut
  • Untuk Rabi’ul awal dan juga rabi’ul akhir itu diambil dari kata-kata rabi’ yang memiliki arti semi, karena pada masa itu bertepatan dengan adanya musim semi sehingga dinamakan rabi’
  • Jumadil awal dan jumadil akhir, sedangkan kata itu diambil dari kata jamad yang memiliki arti beku, dan hal ini terjadi karena pada bulan bulan ini terdapat musim dingin dan air-air yang ada disekitarnya menjadi beku
  • Dan untuk bulan Ramadhan ini diambil dari kata Ramdha yang memiliki arti panas, dan memang nama ini diambil karena bulan ini memang bertepatan dengan adanya musmim panas

Sejarah Bulan Ramadhan

Dan Sejarah bulan ramadhan itu adalah bulan diaman turunnya Al-Quran yang menjadi panduan dan juga panutan umat manusia, dan juga sebagai acuan untuk menentukan mana yang benar dan juga yang salah, dan apabila seseorang bisa mencapai atau mendapati bulan ini maka orang tersebut harus berpuasa.

Dan bulan Ramadhan ini adalah bulan ke 9 yang ada pada kalender islam, dan bulan ini adalah bulan yang penting untuk umat islam, dan Ayat-ayat pertama pada Al-Qur’an itu diturunkan pada bulan ramadhan, Allah SWT menginginkan para muslim utnuk bisa melaksanakan ibadah puasa pada bulan ini seperti yang sudah ada pada Hadits diatas ini kalau Allah akan memberikan banyak pahala untuk ibadah yang dilakukan pada bulan ini, Sedangkan para fuqoha juga menyatakan kalau ramadhan ini merupakan sebuah bulan yang memiliki banyak kemuliaan yang bisa membuat seorang muslim bisa menghabiskan waktunya untuk beribadah dan bisa memperoleh pahala yang banyak sampai dengan ibadah selama 80 tahun
Sedangkan untuk penamaan dari bulan ini ada beberapa pendapat dari ahli bahasa yang sudah ada pada kitab An-Nawawi (Tahdzib al-asma wa al-lughat) yang sudah dibeberkan secara jelas :
Pertama, ramadhan ini diambil beradasarkan kata ar-Ramidh yang memiliki arti awan/hujan yang datang pada saat musim panas (memasuki musim gugur), dan hujan ini disebut sebagai ar-Ramidh karena hujan ini yang melunturkan panasnya matahari, dan membuat bulan ini disebut sebagai bulan ramahdan karena bisa membersihkan badan dari dosa-dosa yang telah dilakukan, dan ini menurut pendapat dari al-kholil bin ahmad al-farahidi {ulama tabiin ahli bahasa. peletak ilmu ardh(w.170 H)
Kedua Ramadhan diambil dari kata ar-Ramd yang memiliki arti panasnya batu yang terkena terik sinar matahari, sehingga membuat bulan ini dinamakan sebagai ramadhan, karena kewajiban untuk berpuasa ini dilakukan pada saat datangnnya musim panas yang terik, sedangkan pendapat ini diutarakan oleh Al-Ashma’i {ulama ahli bahasa dan juga syair arab} w.216 h
Dan yang terakhir nama Ramadhan ini diambil dari pernyataan yang diberikan orang arab yang memiliki arti mengasah tombak dengan menggunakan dua batu sehinga membuat tombak itu menjadi tajam, bulan ini memiliki nama ramadhan karena pada umummya masyarakat arab pada massa itu tengah mengasah senjata-senjata mereka pada bulan ini, dan senjata ini dipersiapkan untuk berperang pada bulan syawal, sebelum masuk pada bulan haram, dan pendapat ini diriwayatkan oleh al Azhari-ulama ahli bahasa dan juga penulis Tahdzib Al-Lughah 1.370 h
Dan itulah Sejarah Bulan Ramadhan yang bisa kami sampaikan untuk anda, semoga anda bisa melaksanakan ibadah puasa ini dengan baik, agar anda bisa mendapatkan pahala di bulan yang penuh berkah dan juga mulia ini, karena belum tentu anda bisa menemui bulan ini lagi pada tahun-tahun berikutnya,Wallahu a’lam


Sejarah Ramadhan

Sejarah Bulan Ramadhan, Asal-Usul Bulan Puasa Di Agama Islam

  untuk semua orang pastinya sekarang ini sudah tidak asing lagi ketika mendengar bulan ramadhan bahkan untuk orang non muslim pastinya juga sudah paham betul kalau bulan ini akan datang 1 tahun sekali, namun sebagai muslim yang baik pastinya kita juga harus mengentahui asal-muasalnya dengan detail, jangan sampai kita hidup dengan agama yang hanya ikut-ikutan saja dan tidak mendalami dengan detail dan juga jelas, karena bisa diakui kalau memang banyak sekali remaja yang sekarang ini tidak tahu sama sekali kenapa ada bulan puasa ini, bahkan untuk anak-anak yang duduk di SMA atau SMP senang datangnya bulan ini karena adanya libur panjang namun tidak mengetahui asal muasal kenapa adanya bulan ramadhan ini.

Dan sejak zaman dahulu sebelum adanya agama islam ini, masyarakat bangsa arab itu telah mempergunakan tahun qomariyah walaupun tidak semua masyarakat jahiliah pada seluruh jaziriah di negara arab ini sepakat untuk menentukan kalender, sehingga dulu bangsa arab ini memiliki penanggalan yang berbeda-beda, namun walaupun berbeda-beda mereka tetap menggunakan kalender qamariyah untuk membuat konsep penanggalan untuk suku mereka masing-masing, sedangkan kalender qamariyah yang ada saat ini itu masih sama dengan kalender qamariyah yang berlaku dahulu kala, didalam 1 tahun itu memiliki 12 bulan sedangkan datangnnya awal bulan itu ditentukan dari datangnyya hilal (bulan sabit yang pertama)

 

Sedangkan bulan Muharram itu ditetapkan sebagai awal tahun, dan juga mereka menetapkan ada 4 bulan haram atau bulan suci ini, dan mereka sangatlah menghormati bulan haram ini dan melakukan penghormatan dengan cara melarang perang antar suku dan golongan pada 4 bulan haram ini, dan ada sebagian informasi yang memberikan pernyataan kalau ada 5 bulan yaitu, rabi’ul awal, rabi’ul akhir, jumadil awal, jumadil akhir dan juga ramadhan, dan nama-nama ini diambil dari keadaan musim yang ada pada bulan-bulan tersebut
  • Untuk Rabi’ul awal dan juga rabi’ul akhir itu diambil dari kata-kata rabi’ yang memiliki arti semi, karena pada masa itu bertepatan dengan adanya musim semi sehingga dinamakan rabi’
  • Jumadil awal dan jumadil akhir, sedangkan kata itu diambil dari kata jamad yang memiliki arti beku, dan hal ini terjadi karena pada bulan bulan ini terdapat musim dingin dan air-air yang ada disekitarnya menjadi beku
  • Dan untuk bulan Ramadhan ini diambil dari kata Ramdha yang memiliki arti panas, dan memang nama ini diambil karena bulan ini memang bertepatan dengan adanya musmim panas

Sejarah Bulan Ramadhan

Dan Sejarah bulan ramadhan itu adalah bulan diaman turunnya Al-Quran yang menjadi panduan dan juga panutan umat manusia, dan juga sebagai acuan untuk menentukan mana yang benar dan juga yang salah, dan apabila seseorang bisa mencapai atau mendapati bulan ini maka orang tersebut harus berpuasa.

Dan bulan Ramadhan ini adalah bulan ke 9 yang ada pada kalender islam, dan bulan ini adalah bulan yang penting untuk umat islam, dan Ayat-ayat pertama pada Al-Qur’an itu diturunkan pada bulan ramadhan, Allah SWT menginginkan para muslim utnuk bisa melaksanakan ibadah puasa pada bulan ini seperti yang sudah ada pada Hadits diatas ini kalau Allah akan memberikan banyak pahala untuk ibadah yang dilakukan pada bulan ini, Sedangkan para fuqoha juga menyatakan kalau ramadhan ini merupakan sebuah bulan yang memiliki banyak kemuliaan yang bisa membuat seorang muslim bisa menghabiskan waktunya untuk beribadah dan bisa memperoleh pahala yang banyak sampai dengan ibadah selama 80 tahun
Sedangkan untuk penamaan dari bulan ini ada beberapa pendapat dari ahli bahasa yang sudah ada pada kitab An-Nawawi (Tahdzib al-asma wa al-lughat) yang sudah dibeberkan secara jelas :
Pertama, ramadhan ini diambil beradasarkan kata ar-Ramidh yang memiliki arti awan/hujan yang datang pada saat musim panas (memasuki musim gugur), dan hujan ini disebut sebagai ar-Ramidh karena hujan ini yang melunturkan panasnya matahari, dan membuat bulan ini disebut sebagai bulan ramahdan karena bisa membersihkan badan dari dosa-dosa yang telah dilakukan, dan ini menurut pendapat dari al-kholil bin ahmad al-farahidi {ulama tabiin ahli bahasa. peletak ilmu ardh(w.170 H)
Kedua Ramadhan diambil dari kata ar-Ramd yang memiliki arti panasnya batu yang terkena terik sinar matahari, sehingga membuat bulan ini dinamakan sebagai ramadhan, karena kewajiban untuk berpuasa ini dilakukan pada saat datangnnya musim panas yang terik, sedangkan pendapat ini diutarakan oleh Al-Ashma’i {ulama ahli bahasa dan juga syair arab} w.216 h
Dan yang terakhir nama Ramadhan ini diambil dari pernyataan yang diberikan orang arab yang memiliki arti mengasah tombak dengan menggunakan dua batu sehinga membuat tombak itu menjadi tajam, bulan ini memiliki nama ramadhan karena pada umummya masyarakat arab pada massa itu tengah mengasah senjata-senjata mereka pada bulan ini, dan senjata ini dipersiapkan untuk berperang pada bulan syawal, sebelum masuk pada bulan haram, dan pendapat ini diriwayatkan oleh al Azhari-ulama ahli bahasa dan juga penulis Tahdzib Al-Lughah 1.370 h
Dan itulah Sejarah Bulan Ramadhan yang bisa kami sampaikan untuk anda, semoga anda bisa melaksanakan ibadah puasa ini dengan baik, agar anda bisa mendapatkan pahala di bulan yang penuh berkah dan juga mulia ini, karena belum tentu anda bisa menemui bulan ini lagi pada tahun-tahun berikutnya,Wallahu a’lam


0 komentar:

back to top